Sabtu, 05 Desember 2009

SHODAQOH DAN MENABUNG Oleh: Ahmad Gozali



Dikutip dari Harian Republika, Maret 2004
Bpk Ahmad Gozali Yth.
Orang yang banyak shadaqah hakikatnya adalah orang yang paling kaya. Tapi, tabungan masa depan juga penting. Bagaimana mengatur alokasi dan persentase pengeluaran, khususnya untuk dua hal tersebut? Atas jawaban Bapak saya mengucapkan terima kasih.





Jawab:

Shadaqah dan menabung adalah dua hal yang sama-sama dianjurkan dalam Islam. Karena dalam rezeki yang kita dapatkan, ada hak orang lain yang tidak mampu yang dititipkan Allah melalui tangan kita. Dalam harta kita pun ada hak keluarga yang nafkahnya menjadi tanggungjawab kita, sekarang dan di masa depan.
Percuma saja menabung kalau tidak bershadaqah. Pertama, tanpa bershadaqah kita tidak akan pernah merasa kaya. Sehingga kita tidak akan pernah puas dalam memiliki harta. Akhirnya perasaan tamak bisa menguasai kita dan berapapun harta yang kita miliki menjadi tidak cukup. Kedua, tanpa shadaqah menyebabkan semakin besarnya jurang antara kaya dan miskin. Jika keadaan ini berlanjut, sangat potensial meningkatnya tingkat kriminalitas dan kerawanan sosial lainnya. Dan pada akhirnya akan menyebabkan iklim investasi menjadi tidak kondusif. Tabungan Anda pun mungkin menjadi sia-sia saja karena tidak bisa berkembang di tengah iklim investasi yang tidak kondusif.
Begitu juga kalau kita hanya shadaqah saja namun melupakan untuk menabung. Hal ini menjadi tidak adil karena keluarga kita sebenarnya memiliki hak atas nafkah yang menjadi tanggung jawab kita. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Untuk itu kita diwajibkan untuk mengantisipasinya. Dan salah satu caranya adalah dengan menabung.
Mengenai prioritasnya, saya sarankan agar Anda lebih memprioritaskan shadaqah lebih utama dibandingkan menabung karena shadaqah adalah hak Allah yang harus dipenuhi. Semua rezeki yang kita terima pada dasarnya adalah dari Allah SWT, oleh karenanya wajar sekali kalau kita prioritaskan hak-Nya terlebih dahulu.
Menabung juga saya sarankan agar lebih diprioritaskan daripada biaya hidup sekarang. Kenapa begitu? karena untuk biaya hidup sekarang biasanya bisa dengan fleksibel kita atur. Kalau kita mendahulukan biaya hidup sekarang dan hanya menunggu sisa uang untuk menabung, biasanya sih uangnya akan habis lebih dahulu sebelum sempat ditabung.
Sedangkan mengenai jumlahnya, shadaqah paling minimal adalah zakat yang wajib. Lebih dari itu diserahkan kepada Anda sendiri untuk menentukan besarnya selama Anda bisa ikhlas diniatkan karena Allah. Karena seberapa besarnya pun harta yang Anda keluarkan jika tanpa dibarengi keihklasan maka harta itu menjadi tidak bernilai di mata Allah. Dan jangan sampai shadaqah yang dikeluarkan sampai menelantarkan keluarga yang masih menjadi tanggungan. Rasulullah sendiri pernah menolak shadaqah dari seorang sahabatnya yang ingin menginfakkan seluruh harta miliknya karena beliau khawatir hal itu akan menelantarkan keluarganya.
Begitu juga dengan jumlah tabungan yang ideal. Tidak ada angka yang pasti, semuanya terserah Anda. Yang penting adalah dalam menentukan jumlah tabungan hendaknya memperhatikan Rencana Keuangan Anda sendiri. Tujuan Keuangan apa saja yang ingin dicapai di masa depan dan berapa dana yang dibutuhkan. Dari situ Anda bisa menentukan berapa jumlah tabungan yang ideal untuk mencapai Tujuan Keuangan tersebut.

Sabtu, 21 November 2009

Memahami Makna Idul Adha


Ditulis oleh Yusuf Fatawie*   
Bulan ini merupakan bulan bersejarah bagi umat Islam. Pasalnya, di bulan ini kaum muslimin dari berbagai belahan dunia melaksanakan rukun Islam yang kelima. Ibadah haji adalah ritual ibadah yang mengajarkan persamaan di antara sesama. Dengannya, Islam tampak sebagai agama yang tidak mengenal status sosial. Kaya, miskin, pejabat, rakyat, kulit hitam ataupun kulit putih semua memakai pakaian yang sama. Bersama-sama melakukan aktivitas yang sama pula yakni manasik haji.
Selain ibadah haji, pada bulan ini umat Islam merayakan hari raya Idul Adha. Lantunan takbir diiringi tabuhan bedug menggema menambah semaraknya hari raya. Suara takbir bersahut-sahutan mengajak kita untuk sejenak melakukan refleksi bahwa tidak ada yang agung, tidak ada yang layak untuk disembah kecuali Allah, Tuhan semesta alam.
Pada hari itu, kaum muslimin selain dianjurkan melakukan shalat sunnah dua rekaat, juga dianjurkan untuk menyembelih binatang kurban bagi yang mampu. Anjuran berkurban ini bermula dari kisah penyembelihan Nabi Ibrahim kepada putra terkasihnya yakni Nabi Ismail.
Peristiwa ini memberikan kesan yang mendalam bagi kita. Betapa tidak. Nabi Ibrahim yang telah menunggu kehadiran buah hati selama bertahun-tahun ternyata diuji Tuhan untuk menyembelih putranya sendiri. Nabi Ibrahim dituntut untuk memilih antara melaksanakan perintah Tuhan atau mempertahankan buah hati dengan konsekuensi tidak mengindahkan perintahNya. Sebuah pilihan yang cukup dilematis. Namun karena didasari ketakwaan yang kuat, perintah Tuhanpun dilaksanakan. Dan pada akhirnya, Nabi Ismail tidak jadi disembelih dengan digantikan seekor domba. Legenda mengharukan ini diabadikan dalam al Quran surat al Shaffat ayat 102-109.
Kisah tersebut merupakan potret puncak kepatuhan seorang hamba kepada Tuhannya. Nabi Ibrahim mencintai Allah melebihi segalanya, termasuk darah dagingnya sendiri. Kecintaan Nabi Ibrahim terhadap putra kesayangannya tidak menghalangi ketaatan kepada Tuhan. Model ketakwaan Nabi Ibrahim ini patut untuk kita teladani.
Dari berbagai media, kita bisa melihat betapa budaya korupsi masih merajalela. Demi menumpuk kekayaan rela menanggalkan ”baju” ketakwaan. Ambisi untuk meraih jabatan telah memaksa untuk rela menjebol ”benteng-benteng” agama. Dewasa ini, tata kehidupan telah banyak yang menyimpang dari nilai-nilai ketuhanan. Dengan semangat Idul Adha, mari kita teladani sosok Nabi Ibrahim. Berusaha memaksimalkan rasa patuh dan taat terhadap ajaran agama.
Di samping itu, ada pelajaran berharga lain yang bisa dipetik dari kisah tersebut. Sebagaimana kita ketahui bahwa perintah menyembelih Nabi Ismail ini pada akhirnya digantikan seekor domba. Pesan tersirat dari adegan ini adalah ajaran Islam yang begitu menghargai betapa pentingnya nyawa manusia.
Hal ini senada dengan apa yang digaungkan Imam Syatibi dalam magnum opusnya al Muwafaqot. Menurut Syatibi, satu diantara nilai universal Islam (maqoshid al syari’ah) adalah agama menjaga hak hidup (hifdzu al nafs). Begitu pula dalam ranah fikih, agama mensyari’atkan qishosh, larangan pembunuhan dll. Hal ini mempertegas bahwa Islam benar-benar melindungi hak hidup manusia. (hlm.220 )   
 Nabi Ismail rela mengorbankan dirinya tak lain hanyalah demi mentaati perintahNya. Berbeda dengan para teroris dan pelaku bom bunuh diri. Apakah pengorbanan yang mereka lakukan benar-benar memenuhi perintah Tuhan demi kejayaan Islam atau justru sebaliknya?.
Para teroris dan pelaku bom bunuh diri jelas tidak sesuai dengan nilai universal Islam. Islam menjaga  hak untuk hidup, sementara mereka—dengan aksi bom bunuh diri— justru mencelakakan  dirinya sendiri. Di samping itu, mereka juga membunuh rakyat sipil tak bersalah, banyak korban tak berdosa berjatuhan. Lebih parah lagi, mereka  bukan membuat Islam berwibawa di mata dunia, melainkan menjadikan Islam sebagai agama yang menakutkan, agama pedang dan sarang kekerasan. Akibat aksi nekat mereka ini justru menjadikan Islam laksana ”raksasa” kanibal yang haus darah manusia.
Imam Ghazali dalam Ihya ’Ulumuddin pernah menjelaskan tentang tata cara melakukan amar ma’ruf nahi munkar.  Menurutnya, tindakan dalam bentuk aksi pengrusakan, penghancuran tempat kemaksiatan adalah wewenang negara atau badan yang mendapatkan legalitas negara. Tindakan yang dilakukan Islam garis keras dalam hal ini jelas tidak prosedural. (vol.2 hlm.311)
Sudah semestinya dalam melakukan amar makruf nahi munkar tidak sampai menimbulkan kemunkaran yang lebih besar. Bukankah tindakan para teroris dan pelaku bom bunuh diri ini justru merugikan terhadap Islam itu sendiri ?. Merusak citra Islam yang semestinya mengajarkan kedamaian dan rahmatan lil ’alamin. Ajaran Islam yang bersifat humanis, memahami pluralitas dan menghargai kemajemukan semakin tak bermakna.
Semoga dengan peristiwa eksekusi mati Amrozi cs, mati pula radikalisme Islam, terkubur pula Islam yang berwajah seram. Pengorbanan Nabi Ismail yang begitu tulus menjalankan perintahNya jelas berbeda dengan pengorbanan para teroris.
Di hari Idul Adha, bagi umat Islam yang mampu dianjurkan untuk menyembelih binatang kurban. Pada dasarnya, penyembelihan binatang kurban ini mengandung dua nilai yakni kesalehan ritual dan kesalehan sosial. Kesalehan ritual berarti dengan berkurban, kita telah melaksanakan perintah Tuhan yang bersifat transedental. Kurban dikatakan sebagai kesalehan sosial karena selain sebagai ritual keagamaan, kurban juga mempunyai dimensi kemanusiaan.
Bentuk solidaritas kemanusiaan ini termanifestasikan secara jelas dalam pembagian daging kurban. Perintah berkurban bagi yang mampu ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang respek terhadap fakir-miskin dan kaum dhu’afa lainnya. Dengan disyari’atkannya kurban, kaum muslimin dilatih untuk mempertebal rasa kemanusiaan, mengasah kepekaan  terhadap masalah-masalah sosial, mengajarkan sikap saling menyayangi terhadap sesama.
Meski waktu pelaksanaan penyembelihan kurban dibatasi (10-13 Dzulhijjah), namun jangan dipahami bahwa Islam membatasi solidaritas kemanusiaan. Kita harus mampu menangkap makna esensial dari pesan yang disampaikan teks, bukan memahami teks secara literal. Oleh karenanya, semangat untuk terus ’berkurban’ senantiasa kita langgengkan pasca Idul Adha.
Saat ini kerap kita jumpai, banyak kaum muslimin yang hanya berlomba meningkatkan kualitas kesalehan ritual tanpa diimbangi dengan kesalehan sosial. Banyak umat Islam yang hanya rajin shalat, puasa bahkan mampu ibadah haji berkali-kali, namun tidak peduli dengan masyarakat sekitarnya. Sebuah fenomena yang menyedihkan. Mari kita jadikan Idul Adha sebagai momentum untuk meningkatkan dua kesalehan sekaligus yakni kesalehan ritual dan kesalehan sosial. Selamat berhari raya !

Jumat, 13 November 2009

AURAT WANITA MENGIKUT AL-QURAN DAN HADIS.......




1. Bulu kening
-Menurut Bukhari, "Rasullulah melaknat perempuan yang mencukur atau menipiskan bulu kening atau meminta supaya dicukurkan bulu kening." Riwayat Abu Daud Fi Fathil Bari.

2. Kaki (tumit kaki)
-"Dan janganlah mereka (perempuan) membentakkan kaki (atau mengangkatnya) agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan." (An-Nur: 31)
Keterangan: Menampakkan kaki dan menghayunkan/melenggokkan badan mengikut hentakan kaki.

3. Wangian
-"Siapa sahaja wanita yang memakai wangi-wangian kemudian melewati suatu kaum supaya mereka itu mencium baunya, maka wanita itu telah dianggap melakukan zina dan tiap-tiap mata ada zina." (Riwayat Nasaii, Ibn Khuzaimah dan Hibban).

4. Dada
-"Hendaklah mereka (perempuan) melabuhkan kain tudung hingga menutupi dada-dada mereka. " (An-Nur : 31)

5. Gigi
-'Rasullulah melaknat perempuan yang mengikir gigi atau meminta supaya dikikirkan giginya.' (Riwayat At-Thabrani)
-"Dilaknat perempuan yang menjarangkan giginya supaya menjadi cantik, yang mengubah ciptaan Allah"(Riwayat Bukhari dan Muslim).

6. Muka dan Tangan
-Asma Binti Abu Bakar telah menemui Rasullulah dengan memakai pakaian yang tipis. Sabda Rasullulah: 'Wahai Asma! Sesungguhnya seorang gadis yang telah berhaid tidak boleh baginya menzahirkan anggota badan kecuali pergelangan tangan dan wajah saja." (Riwayat Muslim dan Bukhari).

7. Tangan
-"Sesungguhnya kepala yang ditusuk dengan besi itu lebih baik daripada menyentuh kaum yang bukan sejenis yang tidak halal baginya"(Riwayat At Tabrani dan Baihaqi).

8. Mata
-"Dan katakanlah kepada perempuan mukmin hendaklah mereka menundukkan sebahagian dari pandangannya." (An Nur : 31).
-Sabda Nabi SAW, "Jangan sampai pandangan yang satu mengikuti pandangan lainnya. Kamu hanya boleh pandangan yang pertama, pandangan seterusnya tidak dibenarkan." (Riwayat Ahmad, Abu Daud dan Tirmidzi).

9. Mulut (suara)
-"Janganlah perempuan-perempuan itu terlalu lunak dalam berbicara sehingga berkeinginan orang yang ada perasaan serong dalam hatinya, tetapi ucapkanlah perkataan-perkataan yang baik."( Al Ahzab: 32).
-Sabda Rasulullah saw, "Sesungguhnya akan ada umatku yang minum arak yang mereka namakan dengan yang lain, iaitu kepala mereka dilalaikan oleh bunyi-bunyian (muzik) dan penyanyi perempuan, maka Allah akan tenggelamkan mereka itu dalam bumi." (Riwayat Ibn Majah).

10. Kemaluan
-"Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan mukmin, hendaklah mereka menundukkan pandangan mereka dan menjaga kehormatan mereka. "(An Nur : 31).
-"Apabila seorang perempuan itu sembahyang lima waktu, puasa di bulan Ramadhan, menjaga kehormatannya dan mentaati suaminya, maka masuklah ia ke dalam syurga daripada pintu-pintu yang ia kehendakinya." (Riwayat Al Bazzar).
-"Tiada seorang perempuan pun yang membuka pakaiannya bukan di rumah suaminya, melainkan dia telah membinasakan tabir antaranya dengan Allah." (Riwayat Tirmidzi, Abu Daud dan Ibn Majah).

11. Pakaian
-"Barangsiapa memakai pakaian yang berlebih-lebihan, maka Allah akan memberikan pakaian kehinaan di hari akhirat nanti." (Riwayat Ahmad, Abu Daud, An Nasaii dan Ibn Majah).
-"Sesungguhnya sebilangan ahli neraka ialah perempuan-perempuan yang berpakaian tapi telanjang yang condong pada maksiat dan menarik orang lain untuk melakukan maksiat. Mereka tidak akan masuk syurga dan tidak akan mencium baunya." (Riwayat Bukhari dan Muslim).
Keterangan: Wanita yang berpakaian tipis/jarang, ketat/ membentuk dan berbelah/membuka bahagian-bahagian tertentu.
-"Hai nabi-nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak perempuan mu dan isteri-isteri orang mukmin, hendaklah mereka memakai baju jilbab (baju labuh dan longgar) yang demJustify Fullikian itu supaya mereka mudah dikenali. Lantaran itu mereka tidak diganggu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Al Ahzab : 59).


12. Rambut
-"Wahai anakku Fatimah! Adapun perempuan-perempuan yang akan digantung rambutnya hingga mendidih otaknya dalam neraka adalah mereka itu di dunia tidak mahu menutup rambutnya daripada dilihat oleh lelaki yang bukan mahramnya." (Riwayat Bukhari dan Muslim).

ape tunggu lg? To all girls and women out there let's grab this chance to become the so-called 'WANITA SOLEHAH " referring to the Holy Quran and Al-Hadith...
Last word from me...."renung2kan, dan selamat beramal...."

13 LARANGAN UNTUK WANITA MUSLIM


1. BULU KENING
”Menurut Bukhari, “Rasullulah melaknat perempuan yang mencukur atau menipiskan bulu kening atau meminta supaya dicukurkan bulu kening.” Riwayat Abu Daud Fi Fathil Bari.
2. KAKI (TUMIT KAKI)
”Dan janganlah mereka (perempuan) membentakkan kaki (atau mengangkatnya) agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan.” An-Nur: 31. Keterangan: Menampakkan kaki dan menghayunkan/melenggokkan badan mengikut hentakan kaki.
3. WANGI-WANGIAN
“Siapa saja wanita yang memakai wangi-wangian kemudian melewati suatu kaum lelaki supaya mereka itu mencium baunya, maka wanita itu telah dianggap melakukan zina dan tiap-tiap mata ada zina.” Riwayat Nasaii, Ibn Khuzaimah dan Hibban.
4. DADA
“Hendaklah mereka (perempuan) melabuhkan kain kerudung hingga menutupi dada-dada mereka. “An-Nur : 31
5. GIGI
“Rasullulah melaknat perempuan yang mengikir gigi atau meminta supaya dikikirkan giginya. “Riwayat At-Thabrani, “Dilaknat perempuan yang menjarangkan giginya supaya menjadi cantik, yang merubah ciptaan Allah“. Riwayat Bukhari dan Muslim.
6. MUKA DAN LEHER
“Dan tinggallah kamu (perempuan) di rumah kamu dan janganlah kamu menampakkan perhiasan mu seperti orang jahilliah yang dahulu.” Keterangan: Bersolek (make-up) dan menurut Maqatil sengaja membiarkan ikatan kerudung yang menampakkan leher seperti orang Jahilliyah.
7. MUKA DAN TANGAN
“Asma Binti Abu Bakar telah menemui Rasullulah dengan memakai pakaian yang tipis. Sabda Rasullulah: Wahai Asma! Sesungguhnya seorang gadis yang telah haid tidak boleh baginya menzahirkan anggota badan kecuali pergelangan tangan dan wajah saja.” Riwayat Muslim dan Bukhari.
8. TANGAN
“Sesungguhnya kepala yang ditusuk dengan besi itu lebih baik daripada menyentuh kaum yang bukan sejenis yang tidak halal baginya“. Riwayat At Tabrani dan Baihaqi.
9. MATA
“Dan katakanlah kepada perempuan mukmin hendaklah mereka menundukkan sebahagian dari pemandangannya.” An Nur : 31. Sabda Nabi SAW, “Jangan sampai pandangan yang satu mengikuti pandangan lainnya. Kamu hanya boleh pandangan yang pertama, pandangan seterusnya tidak dibenarkan.” Riwayat Ahmad, Abu Daud dan Tirmidzi.
10. MULUT (SUARA)
“Janganlah perempuan-perempuan itu terlalu lunak dalam berbicara sehingga berkeinginan orang yang ada perasaan serong dalam hatinya, tetapi ucapkanlah perkataan-perkataan yang baik.” Al Ahzab: 32. Sabda SAW, “Sesungguhnya akan ada umat ku yang minum arak yang mereka namakan dengan yang lain, iaitu kepala mereka dilalaikan oleh bunyi-bunyian (muzik) dan penyanyi perempuan, maka Allah akan tenggelamkan mereka itu dalam bumi.” Riwayat Ibn Majah.
11. KEHORMATAN
”Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan mukmin, hendaklah mereka menundukkan pandangan mereka dan menjaga kehormatan mereka. ” An Nur : 31.
“Apabila seorang perempuan itu sholat lima waktu, puasa di bulan Ramadhan, menjaga kehormatannya dan mentaati suaminya, maka masuklah ia ke dalam syurga daripada pintu-pintu yang ia kehendakinya.” Riwayat Al Bazzar. “Tiada seorang perempuan pun yang membuka pakaiannya bukan di rumah suaminya, melainkan dia telah membinasakan tabir antaranya dengan Allah.” Riwayat Tirmidzi, Abu Daud dan Ibn Majah.
12. PAKAIAN
“Barangsiapa memakai pakaian yang berlebih-lebihan, maka Allah akan memberikan pakaian kehinaan di hari akhirat nanti.” Riwayat Ahmad, Abu Daud, An Nasaii dan Ibn Majah.
“Sesungguhnya sebilangan ahli neraka ialah perempuan-perempuan yang berpakaian tapi telanjang yang condong pada maksiat dan menarik orang lain untuk melakukan maksiat. Mereka tidak akan masuk syurga dan tidak akan mencium baunya.” Riwayat Bukhari dan Muslim. Keterangan: Wanita yang berpakaian tipis/jarang, ketat/ membentuk dan berbelah/membuka bahagian-bahagian tertentu.”Hai nabi-nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak perempuan mu dan isteri-isteri orang mukmin, hendaklah mereka memakai baju jilbab (baju labuh dan longgar) yang demikian itu supaya mereka mudah dikenali. Lantaran itu mereka tidak diganggu. Allah maha pengampun lagi maha penyayang.” Al Ahzab : 59.
13. RAMBUT
“Wahai anakku Fatimah! Adapun perempuan-perempuan yang akan digantung rambutnya hingga mendidih otaknya dalam neraka adalah mereka itu di dunia tidak mau menutup rambutnya daripada dilihat oleh lelaki yang bukan mahramnya.” Riwayat Bukhari dan Muslim. Wallohuh A’lam
-Dari berbagai sumber-

Pengertian Shadaqoh


Pengertian shadaqoh atau sedakah secara bahasa berasal dari kata "shadaqa" yang artinya "benar" tersurat dari kata ini bahwa yang bersedekah adalah orang yang benar imannya.
Pengertian shadaqoh sama dengan pengertian infaq sama juga hukum dan ketentuannya, perbedaannya adalah infaq hanya berkaitkan dengan meteri sedangan shadaqoh memiliki arti luas menyangkut juga hal yang bersifat non mareril. Hadist riwayat imam muslim Abu Zar, Rasulullah menyatakan bahwa tidak mampu bersedekah dengan harta, membaca tasbih, tahmid, tahlit, berhubungan suami istri atau melakukan kegiatan amar ma'aruf nahi mungkar adalah sedekah. Dalam hadist lain dikatakan senyum adalah shadoqoh
Shadaqah atau sedekah adalah pemberian sukarela yang dilakukan olehg seseorang kepada orang lain, terutama kepada orang-orang miskin, setiap kesempatan terbuka yang tidak ditentukan baik jenis, jumlah maupun waktunya. Lembaga sedekah sangat digalakkan oleh ajaran islam untuk menanamkan jiwa sosial dan mengurangi penderitaan orang lain. Sedangkan tidak terbatas pada pemberian yang bersifat material saja, tetapi juga berupa jasa yang bermanfaat bagi orang lain. Bahkan senyum yang dilakukan dengan ikhlas untuk menyenangkan orang lain. Termasuk dalam katagori shadaqah.
Adapun secara termenologi syariat shadaqah adalah pemberian sukarela yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain, terutama kebada orang-orang miskin setiap kesempatan terbuka yang tidak di tentukan baik jenis, jumlah maupun waktunya, sedekah tidak terbatas pada pemberian yang bersifat material saja tetapi juga dapat berupa jasa yang bermanfaat bagi orang lain. Bahkan senyum yang dilakukan dengan ikhlas untuk menyenangkan orang lain termasuk kategori sedekah. Shadaqoh mempunyai cakupan yang sangat luas dan digunakan al-qur'an untuk mencakup segala jenis sumbangan.
Sedekah berarti memberi derma, termasuk memberikan derma untuk mematuhi hukum dimana kata zakat digunakan didalam al-qur'an dan sunah. Zakat telah disebut pula sedekah karena zakat merupakan sejenis derma yang diwajibkan sedangkan sedekah adalah sukarela, zakat dikumpulkan oleh pemerintah sebagai suatu pengutan wajib, sedegkan sedekah lainnya dibayarkan secara sukarela. Jumlah dan nisab zakat di tentukan, sedangkan jumlah sedekah yang lainya sepenuhnya tergantung keinginan yang menyumbang.
Pengeluaran infak tidak ditentukan jumlah dan waktunya. Dapat disimpulkan bahwasanya infak adalah pengeluaran secara sukarela setiap kali seorang muslim menerima rizki dari allah swt sejumlah yang dikehendaki oleh si penerima rizki tersebut.
Shadaqah dapat bermakna infaq, zakat dan kebaikan non materi. Dalam hadist Rasulullah memberi jawaban kepada orang-orang miskin yang cemburu terhadap orang kaya yang banyak bershadaqah dengan hartanya, beliau bersabda: "Setiap tasbih adalah shadaqah, setiap takbir shadaqah, setiap tahmid shadaqah, setiap amar ma'ruf adalah shadaqah, nahi munkar shadaqah dan menyalurkan syahwatnya kepada istri shadaqah". Dan shadaqah adalah ungkapan kejujuran iman seseorang.
Selain itu ada istilah shadaqah dan infaq, sebagian ulama fiqih, menyatakan bahwa shadaqah wajib dinyatakan zakat, sedangkan shadaqah sunah dinamakan infaq. Sebagian yang lain mengatakan infaq wajib dinamakan zakat, sedangkan infaq sunah dinamakan shadaqah.

Selasa, 10 November 2009

Sedekah, Investasi Menggiurkan dengan Allah


Taken from http://gendo.blog.friendster.com/01/11/23/58/sedekah-investasi-menggiurkan-dengan-allah/
“Barangsiapa berbuat kebaikan mendapatkan balasan sepuluh kali lipat amalnya. Dan barangsiapa berbuat kejahatan dibalas seimbang dengan kejahatannya. Mereka sedikit pun tidak dirugikan (dizalimi)” QS Al An’ãm (6) ayat 160
“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui” QS Al-Baqarah (2) ayat 261
***
Sore tadi, sepanjang perjalanan pulang dari rumah kakak ke-4 saya yang ada di bilangan Parung, saya mendengarkan ceramah dari Ustadz Yusuf Mansur di salah satu channel radio. Beliau memang salah satu ustadz yang menggalakkan program sedekah, karena menurut beliau sedekah itu banyak fadhilatnya, salah satunya menolak bala. Beliau juga sedang menggalakkan program sedekah untuk menyelamatkan bangsa (see related info in here).
Beberapa cerita, baik yang beliau alami maupun yang beliau lihat seperti dibawah ini (ini seingat saya ya, mohon maaf jika ada kesalahan).

1. Kisah kandungan sungsang, jadi harus di caesar.
Disini beliau bercerita, ada seorang bapak datang meminta dido’akan oleh beliau. Istri si bapak ini akan melahirkan, dan kemungkinan besar akan di caesar karena anaknya lahir sungsang. Oleh ustadz Yusuf Mansur, nih bapak diminta mengeluarkan harta 10 persen dari uang yang dia punyai. Jika dia punya 8 juta, makan sedekahkan 800 ribu. Namun si bapak ini merasa agak keberatan, dia tetap minta didoakan saja. Hingga saat si bapak hendak pamitan, dia masih keberatan mengeluarkan 10% dari uang yang dia punyai. Ustadz Yusuf Mansur hanya bilang, ingin anaknya bisa lahir dengan normal atau tidak? Mungkin dengan mengeluarkan sedekah, Allah akan mempermudah urusan kelahiran istri si bapak ini. Yowes, si bapak akhirnya pulang juga. Lalu dia berubah pikiran dan segera mengeluarkan sedekah sebesar 1.2 juta rupiah (karena ternyata saat itu dia memiliki uang 12 juta rupiah).
Lalu ternyata anaknya lahir dengan normal, tanpa operasi caesar. Setelah itu, seperti biasa si bapak ini mendapat kunjungan dari sanak family ataupun teman”nya. Dan ternyata mendapatkan amplop, dan subhanallah isi amplop tersebut sebesar 12 juta rupiah. Sama persis dengan perkalian 10x sedekah yang dia dikeluarkan.
2. Kisah saat istri ustadz Yusuf Mansyur akan melahirkan.
Karena beliau sendiri mempunya konsep sedekah dalam hidupnya. Maka jika beliau ingin istrinya dapat melahirkan dengan selamat, maka beliau harus berusaha menbantu orang yang akan melahirkan namun mengalami kesulitan dalam hal finansial. Beberapa kali dia mencari” orang yang kira” bisa dibantu. Sampai suatu saat, beliau mendapatkan sms berisi permohonan dana untuk seseorang yang akan melahirkan, biayanya 600 ribu. Namun saat itu beliau hanya ada 500 ribu, akhirnya beliau mensedekahkan sebesar 500 ribu. Alhamdulillah, sungguh istri beliau melahirkan secara normal dan dalam waktu yang singkat sekali. Beliau sendiri menyaksikan proses persalinan tersebut. Beliau berkata setiap bukaan, mulai dari bukaan 4 hingga 8 beliau selalu memberi kabar kondisi istrinya kepada teman” beliau. Suatu saat, beliau mendapat sms dari seseorang yang mengabarkan telah mentrasfer uang sebesar 500 ribu untuk beliau. Alhamdulillah, walaupun Allah tidak mengganti dengan 10x lipat, tapi Allah telah memberikan kemudahan dalam proses persalinan istri beliau plus mengganti uang yang beliau sedekahkan untuk membantu orang lain yang kesulitan dana dalam persalinan.
3. Kisah pengusaha chemical industry yang hampir bangkrut.
Seorang pengusaha datang, dia mengatakan bahwa perusahaannya sudah carut marut dan akan bangkrut. Lalu kata ustadz (saya lupa, yang dimaksud ustadz disini adalah ustadz Yusuf Mansyur atau lainnya), sedekahkan harta yang ia cintainya. Sang ustadz melihat sedan pengusaha tersebut. Lalu pengusaha tersebut ragu dan bilang jika mobil tersebut sebentar lagi akan disita oleh bank. Sang ustadz berkata, daripada disita oleh bank, lebih baik di sedekahkan. Akhirnya pengusaha tersebut meninggalkan mobil tersebut untuk disedekahkan.
Well, beberapa hari kemudian, si pengusaha mendapat kunjungan dari teman sesama pengusaha chemical industry. Teman pengusaha tersebut sedang berada di jakarta selama 2 minggu dan berangkat dengan menggunakan kendaraan mobil bersama sopir.
Setiap saat, teman pengusaha ini minta ditemani oleh si pengusaha, entah untuk rapat ataupun mengunjungi pengusaha yang lainnya. Saat akan meninggalkan jakarta, teman pengusaha ini minta dibelikan tiket pesawat. Si sopir jadi bingung mobilnya mau dikemanakan. Ternyata teman pengusaha tersebut memberikan mobil tersebut kepada si pengusaha ini dan juga memberikan tambahan modal. Subhanallah, perusahaan tersebut tidak jadi kolaps.
4. Kisah ibu yang sakit tidak mampu berjalan kaki.
Ada seorang ustadz yang didatangi seorang ibu. Sang ibu meminta didoakan oleh ustadz tersebut agar penyakitnya cepat sembuh. Ternyata si ustadz ini tipe yang tidak banyak omong, beliau hanya berkata apakah si ibu mempunyai sesuatu yang dicintainya. Si ibu mengiyakan, dia mempunyai sebidang tanah, tapi tanah tersebut rencananya akan dibagikan kepada anak”nya dan dia harus meminta persetujuan anak”nya. Akhirnya anak”nya dipanggil dan mereka ikhlas mensedekahkan tanah tersebut.
Beberapa hari kemudian si ibu itu kembali menemui sang ustadz, dan dia ternyata sudah bisa berjalan. Dia berterima kasih kepada sang ustadz karena telah mendoakannya. Namun sang Ustadz berkata dia tidak mendoakan si ibu tersebut, menurut beliau yang mendoakan tanah yang disedekahkan.
***
Subhanallah, Maha Suci Allah. Ternyata begitu banyak hikmah dari sedekah yang kita keluarkan secara ikhlas. Matematika Allah sudah pasti yaitu 10x lipat Allah akan menggantinya. Entah itu dalam bentuk langsung seperti kisah 1, ataupun dalam bentuk terhindarkan dari penyakit seperti kisah 4.
Bahkan Allah dapat menggantikan infak yang kita lakukan hingga 700x lipat. Sungguh investasi yang paling menggiurkan adalah investasi dengan Allah ini.
Tapi perlu diingat juga, terkadang ‘pohon investasi sedekah’ yang telah kita bina, bisa saja menjadi tidak ’subur’ karena perbuatan” dosa yang kita lakukan. Harusnya Allah dalam waktu 1 bulan akan mengganti 10x lipat, namun berkurang karena kita masih bermaksiat, masih menzalimi orang lain. Mungkin yang kita terima menjadi 3x lipat saja, dikarenakan telah terkurangi oleh perbuatan” kita yang tidak disukai oleh Allah.
Salurkan sedekah Anda ke REKENING BRI : 122901001294506 a/n Sdra. Dedik Kurnia (Pengelola Are-C)

Membeli Kesuksesan dengan Sedekah (Ust. Yusuf Mansur)


Ustadz Yusuf Mansur (Bapak Sedekah)
Ustadz Yusuf Mansur (Bapak Sedekah)
“Mengapa seseorang selalu merasa kurang secara penghasilan? Mungkin karena ia kurang sedekah!” buka Ustad Yusuf Mansur malam itu. Beliau melirik sekelilingnya. Wajah-wajah muda, dengan tatapan penuh semangat tengah duduk mengelilinginya. Mereka adalah 20 besar kontestan eliminasi Mimbar Dai TPI. Mereka tekun menyimak penuturan ustad pendiri Wisata Hati Coorporation itu. Malam itu, tanggal 12 Juli 2005, Ustad Yusuf mendapat kesempatan memberikan pembekalan atau pelatihan bagi para dai muda di Asrama Haji Pondok Gede, Bekasi. Acara yang diselenggarakan habis Isya sampai pukul 21.00 itu, berlangsung cukup seru. Dilengkapi beberapa games, salah satunya berupa simulasi dengan selembar kertas, yang mengundang tanya peserta. Banyak orang yang memiliki penghasilan besar, namun selalu merasa tidak cukup. Bahkan tidak jarang pengeluaran mereka lebih besar dari penghasilan yang didapat. Mungkin diri kita pernah merasakan demikian. Maka instropeksilah, mungkin sedekah yang kita keluarkan terlalu sedikit, sehingga berkah yang Allah berikan juga sekedarnya. Padahal dalam surat Al An’am ayat 160, Allah sudah janji akan melipatgandakan pahala sampai 10 kali lipat bagi mereka yang berbuat kebaikan. Jadi sebetulnya kita tak perlu ragu untuk menyisihkan penghasilan bagi mereka yang membutuhkan. 1 – 1 = 10, itulah ilmu sedekah. Banyak kejadian dibalik fenomena keajaiban sedekah.
Dalam kesempatan tersebut, Ustad Yusuf memaparkan beberapa kisah yang Insya Allah mampu meningkatkan keyakinan kita, bahwa Allah pasti akan meliptrgandakan pahala-Nya, bila kita sedekah. Contohlah sebuah kisah tentang seorang supir yang mengeluh karena gajinya terlalu kecil.
“Supir ini datang ke Klinik Spiritual dan Konseling Wisata Hati. Dia bilang gajinya cuma 800 ribu, padahal anaknya lima! Ia ingin gajinya jadi 1,5 juta!” ujar Ustad Yusuf sambil duduk bersila di permadani.
Dengan bijak, Ustad Yusuf mengajak supir itu mensyukuri terlebih dahulu apa yang telah didapatkannya selama ini. Kemudian ia menunjukkan surat Al An’am 160 dan surat 65 ayat 7, mengenai anjuran bagi yang kaya untuk membagi kekayaannya dan yang mampu membagi kemampuannya.
Supir itu lantas bertanya,”Kapan ayat-ayat itu dibaca dan berapa kali, Ustad?” “Nah, inilah kelemahan orang kita,” potong Ustad Yusuf sejenak, “Qur’an hanya untuk dibaca!”
Agak kesal dengan pertanyaan sang supir, Ustad Yusuf menyuruhnya segera berdiri. Kemudian ia bertanya, ”Maaf… boleh saya tanya pertanyaan yang sifatnya pribadi? ”Supir itu mengangguk. “Nggak bakal tersinggung?” Kembali supir itu mengangguk. “Bawa duit berapa di dompet?” desak Ustad Yusuf. Supir itu mengeluarkan uangnya dalam dompet, jumlahnya seratus ribu rupiah. Langsung Ustad Yusuf mengambilnya. “Nah, uang ini akan saya sedekahkan, ikhlas?”
Supir itu menggaruk-garukkan kepalanya, namun sejurus kemudian mengangguk dengan terpaksa. “Dalam tujuh hari kerja, akan ada balasan dari Allah!” “Kalau nggak, Ustad?” “Uangnya saya kembaliin!”
Mulailah sejak itu ia menghitung hari. Hari pertama tidak ada apa-apa, demikian pula hari kedua, bahkan pada hari ketiga uangnya hilang sejumlah 25 ribu rupiah. Rupanya ketika ditanya Ustad Yusuf tempo hari, sebenarnya ia bawa uang 125 ribu rupiah, namun keselip.
Pada hari keempat supir itu diminta atasannya untuk mengantar ke Jawa Tengah. Selama empat hari empat malam mereka pergi. Begitu kembali, atasannya memberikan sebuah amplop, “Ini hadiah istri kamu yang kesepian di rumah,” begitu katanya.
Ketika amplop itu dibuka, Subhanallah…. Jumlahnya 1,5 juta rupiah. Para dai muda yang menyimak cerita itu terkagum-kagum.
Kemudian ustad Yusuf bertanya, “Siapa yang belum nikah?” serentak hampir semua peserta mengacungkan tangan dengan semangat, seraya bergurau. “Nah, selain untuk memanjangkan umur, mengangkat permasalahan, sedekah juga mampu membuat orang yang belum kawin jadi kawin, dan yang udah kawin…” “Kawin lagi???” jawab beberapa peserta, kompak! Ustad Yusuf tertawa, “Yang udah kawin… makin sayang…”
Lalu mengalunlah sebuah cerita lain. Ada seorang wanita berusia 37 tahun yang belum menikah mengikuti seminarnya. Setelah mendengarkan faedah sedekah, wanita itu lantas pergi ke masjid terdekat dari rumahnya dan bertanya pada penjaga masjid itu, “Maaf, Pak… kira-kira masjid ini butuh apa? Barangkali saya bisa bantu…” “Oh, kebetulan. Kami sedang melelang lantai keramik masjid. Semeternya 150 ribu…” Wanita itu menarik sejumlah uang dari sakunya, yang berjumlah 600ribu. Tanpa pikir panjang ia membeli empat meter persegi lantai tersebut,”Mudah-mudahan hajat saya terkabul…” harapnya.
Subhanallah… Allah menunjukkan keagungan-Nya. Minggu itu juga datang empat orang melamarnya! “Itulah sedekah!”
Ustad Yusuf menantang mata peserta,”Sulit akan menjadi mudah, berat menjadi ringan… asal kita sedekah!”
Sebuah kisah unik lainnya terjadi. Suatu hari, seorang wartawan mengajak Ustad Yusuf ke Semarang, hanya untuk berpose dengan sebuah mobil Mercedez New Eyes E 200 Compresor baru. Tak ada yang istimewa dengan mobil itu kecuali harganya yang mahal, sekitar 725 juta rupiah, dan… mobil itu milik seorang tukang bubur keliling!
Loh, bagaimana bisa seorang tukang bubur punya mercy? Bisa aja kalau Allah berkehendak. Tukang bubur itu tentunya tak pernah bermimpi bisa memiliki sebuah mobil Mercedez baru. Namun kepeduliannya kepada orang tua, justru membuatnya kejatuhan bulan.
Karena orang tuanya ingin naik haji, tukang bubur itu giat sedekah. Ia sengaja menyediakan kaleng kembalian satu lagi, khusus uang yang ia sedekahkan. Yang kemudian ia tabung di sebuah bank. Ketika tabungannya itu telah mencapai 5 juta, ia mendapatkan satu poin memperebutkan sebuah mobil mercy. Dan si tukang bubur itulah yang memenangkan hadiah mobil tersebut.
Karena tak mampu membayar pajaknya sebesar 25%, seorang ustad bernama Hasan, pemilik Unisula, membantunya. Maka, jadilah mobil itu milik tukang bubur.
Kisah terakhir, tentang hutang 100juta yang lunas hanya dengan sedekah 100 ribu rupiah. Orang ini mendengarkan ceramah seorang ustad yang mengatakan, kalau sedekah itu dapat membeli penyakit, dapat membayar hutang, dan dapat menyelesaikan masalah. Teringat hutangnya sejumlah 100 juta, ia menyedekahkan uang yang ada, sebesar 100 ribu.
Dalam hatinya ia berharap hutangnya dapat cepat lunas. “Dan… Allah mengabulkan doanya secepat kilat. Begitu pulang dari pengajian, saat menyebrang jalan, orang itu tertabrak mobil dan lunaslah hutangnya!” seru Ustad Yusuf berapi-api.
Semua peserta melongo kemudian tertawa. Hampir semua menebak orang itu meninggal, sehingga si pemilik piutang mengikhlaskan hutangnya.
“Nggak!” koreksi Ustad Yusuf cepat, “Dia cuma pingsan. Kebetulan yang nabrak orang kaya. Selain dibawa ke rumah sakit, dia juga melunasi hutangnya!”
Itulah… Allah punya cara tersendiri untuk menolong hamba-Nya. Selain memberikan materi tentang sedekah, Ustad muda berkulit putih ini juga memberikan masukan dan saran tentang bagaimana tampil yang baik di hadapan audience (baik di televisi ataupun di ruangan), di antaranya mengajarkan teknik memotong materi (untuk commercial break) yang baik, sehingga pemirsa televisi enggan mengganti saluran dan tetap menunggu sampai iklan berakhir, lalu cara melibatkan emosi audience, melibatkan orang sekitar acara (baik outsider, maupun insider), intonasi suara, melakukan atraksi menarik, dan sebagainya.

Salurkan sedekah Anda ke REKENING BRI : 122901001294506 a/n Sdra. Dedik Kurnia (Pengelola Are-C)

Sedekah Mampu Lunasi Hutang 3 Milyar !




Kisah ini diambil dari tulisan Ustadz Yusuf Mansyur di salah satu bukunya.

Sebut saja namanya Mulyadi, seorang karyawan sebuah perusahaan kontraktor yang juga mengelola sendiri sebuah usaha jasa transportasi. Namun kehidupannya tidaklah seindah yang dibayangkan, akhir-akhir ini Mulyadi mengalami tekanan yang sangat berat, kesulitan-kesulitan makro ekonomi berimbas pada usaha yang dikelolanya. Aset perusahaannya yang mencapai 2 Milyar terancam disita oleh bank, itupun belum cukup untuk melunasi HUTANG perusahaannya yang hampir 3 MILYAR.

Sore itu, untuk pertama kalinya dalam sejarah setelah dia mapan bekerja, Mulyadi naik kendaraan umum (busway)untuk pulang ke rumah. Biasanya dia selalu menggunakan kendaraan pribadi lengkap dengan sopirnya.

Ketika waktu sholat maghrib tiba, dia memutuskan untuk menunaikan shalat maghrib dan beriktikaf menunggu shalat Isya di Masjid Al Azhar.

Selepas shalat Maghrib kebetulan ada tausiyah yang disampaikan seorang ustadz muda. Dalam ceramahnya, ustadz itu mengatakan, “ Mungkin ada di antara jamaah yang hadir disini adalah orang yang sama sekali tidak berniat untuk datang ke Al Azhar sebelumnya dan juga mendengarkan tausiyah dari saya. Namun, jamaah tersebut saat ini sedang dilanda kesulitan yang luar biasa.”

Mulyadi tersentak mendengar penuturan ustadz tersebut karena bagaimana bisa apa yang disampaikan ustadz koq rasanya pas sekali dengan apa yang sedang dialaminya saat ini. Mulyadi pun dengan khusuk mendengarkan ceramah ustadz tersebut.

Pada intinya ustadz tersebut menyampaikan cara yang harus kita lakukan untuk mengatasi kesulitan dan mendapat pertolongan Allah SWT adalah dengan BERSEDEKAH, terutama dengan BARANG BERHARGA yang KITA CINTAI.

Mendengar hal tersebut Mulyadi tergerak untuk mengikhlaskan jam tangan merek Bvlgari seharga 3.000 dolar Amerika yang melingkar di tangannya untuk disedekahkan. Karena pada saat itu harta yang paling berharga padanya hanya jam tangan tersebut, sebab di dompetnyapun hanya ada uang sebesar Rp. 110.000,- saldo uang di ATM juga sudah sangat minim, sedangkan kartu kreditnya sudah over limit.

Jika menyedekahkan uang Rp. 100.000,- maka uang yang tersisa adalah Rp. 10.000,- sementara dia tidak memiliki cukup uang lagi. Ketika akan menyedekahkan jam tersebut, rasa berat menghantui perasaannya. Karena jam tangan itu adalah tipe jam yang diidam-idamkannya dari dulu. Namun, segera ia menepis semua keraguan tersebut. Ketika akhirnya dia tawarkan dan dilelang pada saat itu juga, jam itu dibeli oleh salah seorang jamaah “hanya” seharga Rp. 200.000,-.

Sepulang dari masjid entah kenapa hatinya menjadi ringan. Mulyadi merasa ketika itu ia mencapai titik kepasrahaan tertinggi, yang baru pertama kali dia alami selama hidupnya. Mulyadi sudah siap menerima keputusan apapun, termasuk hilangnya semua aset dari perusahaan yang dia miliki.

Namun Subhanallah…belum jauh keluar dari Masjid Al Azhar, tiba-tiba telepon genggamnya berdering. Orang yang menelepon ternyata berasal dari sebuah lembaga yang dulu pernah mengadakan tender proyek. Pengajuan tender itu sendiri sudah cukup lama, bahkan Mulyadi sudah hampir melupakan pengajuan proposal itu.

Penelepon bertanya apakah Mulyadi berniat meneruskan proyeknya atau tidak. Segera saja Mulyadi mengiyakan. Dalam hatinya, Mulyadi bersyukur karena Allah telah menggerakkan hati orang-orang yang ada di lembaga tersebut untuk mengakomodasi proposalnya.

Berselang dua hari setelah menyedekahkan jam Bvlgari-nya, Mulyadi diminta datang ke kantor rekanan tersebut dengan agenda eksekusi pemenang lelang tender. Dan Mulaydipun ditunjuk sebagai pemenang tersebut.

Tidak sampai seminggu, Mulyadi sudah menandatangai Surat Perjanjian Kerjasama. Uang muka honorarium pun telah dikirim ke rekening Mulyadi. Pada hari batas terakhir dimana ia harus melunasi hutangnya Mulyadi pergi ke Bank, Subhanallah sudah ada jumlah UANG yang LEBIH DARI CUKUP untuk menyelesaikan semua kewajibannya.

Mulyadi bersyukur Allah telah memberinya kesulitan hidup karena dengan momentum tersebut ia kembali menemukan bukti Kebesaran Allah.

Sedekah benar-benar mampu mempercepat “intervensi” Allah atas semua kesulitan kita.

NB : Are - C ( Ar Rahma Education Center ) tergerak untuk membantu menyalurkan sedekah anda untuk anak-anak yatim piatu, anak-anak usia sekolah dasar yang "kurang beruntung".

Salurkan sedekah Anda ke REKENING BRI : 122901001294506 a/n Sdra. Dedik Kurnia (Pengelola Are-C)

Sabtu, 07 November 2009

Tolak Bala dengan Sedekah

Orang-orang yang beriman sangat sedar dengan kekuatan sedekah untuk menolak bala,  kesulitan  dan berbagai macam penyakit, sebagaimana sabda RasulAllah SAW , sbb :
“Bersegeralah  bersedekah,  sebab  yang namanya bala tidak pernah  mendahului sedekah “.
“Belilah  semua  kesulitanmu  dengan sedekah”
“Ubatilah penyakitmu  dengan sedekah” .
Banyak  dari  kita  yang  sudah  mengetahui  dan  memahami  perihal anjuran bersedekah  ini,  namun  persoalannya  seringkali  kita teramat susah untuk
melakukannya  kerana  kekhuatiran bahawa kita salah memberi, sebagai contoh kadang  kala  kita  enggan  memberi sedekah kepada pengemis yang kita temui ditepi   jalan   dengan   anggapan  bahawa  mereka  (pengemis/peminta  tsb) menjadikan meminta-minta   sebagai   pekerjaannya,  malas,  dll.  Padahal sesungguhnya  prasangka  kita  yang demikian adalah bisikan-bisikan syaitan laknatullah  yang  tidak  rela  melihat  kita  berbuat  baik  (bersedekah), sebaiknya  mulai saat ini hendaknya kita hilangkan prasangka-prasangka yang demikian  kerana seharusnya sedekah itu kita niatkan sebagai bukti keimanan kita  atas  perintah  Allah  dan  rasul-Nya yang menganjurkan umatnya untuk selalu bersedekah, masalah  mungkin  timbul  apabila  ternyata kemudiannya bahawa sedekah yang kita  beri  kepada  pengemis/peminta tadi  tidak tepat sasaran, bukan lagi urusan  kita, kerana sedekah hakikatnya adalah ladang amal bagi hamba-hamba Allah  yang  bertakwa.  Pengemis/peminta/fakir miskin lainnya adalah ladang amal bagi orang yang berkemampuan, dapat kita bayangkan andaikata tidak ada lagi   orang-orang   tersebut,   kepada   siapa  lagi  kita  dapat  beramal (bersedekah) ???
Atau  kalau  kita  termasuk  orang  yang tidak suka memberi sedekah (kepada pengemis/peminta/fakir miskin) dengan berbagai alasan dan pertimbangan maka biasakanlah bersedekah  dengan  menyiapkan  sejumlah  wang  sebelum sholat Jum’at  dan  memasukkan ke kotak-kotak sumbangan yang tersedia dan biasakan dengan  memberi  sejumlah  minima  setiap  Jum’at, misalnya Jum’at ini kita menyumbang RM5 kekotak amal tersebut maka sebaiknya Jum’at berikutnya harus dengan   jumlah  yang  sama,  syukur  jika  boleh  diberi  lebih  dan yang terpentingnya harus diiringi dengan keikhlasan.
Sedekah  anda,  walaupun  kecil  tetapi  amat berharga disisi Allah Azza Wa Jalla.  Orang  yang  bakhil dan kikir dengan tidak menyedekahkan sebahagian hartanya  akan  rugi  didunia dan akhirat kerana tidak mendapat keberkatan.
Jadi,  sebenarnya  orang  yang bersedekah adalah untuk kepentingan dirinya. Sebab menginfakkan (belanjakan) harta akan memperoleh berkah dan sebaliknya
menahannya  adalah  celaka.  Tidak menghairankan jika orang yang bersedekah diibaratkan  orang  yang  melabur (invest) dan menabung disisi Allah dengan jalan meminjamkan pemberiannya kepada Allah. Balasan yang akan diperolehnya berlipat ganda.  Mereka  tidak  akan  rugi  meskipun  pada  awalnya  mereka kehilangan sesuatu.

Ganjaran bersedekah



RasulAllah  Shollallahu  Alaihi  Wa Sallam menganjurkan kepada kita umatnya untuk  memperbanyak  sedekah,  hal  itu  dimaksudkan agar rezeki yang Allah berikan kepada kita menjadi bertambah berkah.
Allah  memberikan jaminan kemudahan bagi orang yang berdekah, ganjaran yang berlipatganda  (700  kali)  dan  sebagai  ganti, sebagaimana firman-Nya dan sabda RasuluAllah SAW, sbb :
Allah  Ta’ala berfirman, ” Adapun orang yang memberikan (hartanya  di  jalan Allah) dan bertaqwa dan membenarkan adanya pahala yang terbaik  (syurga)  maka  Kami  kelak  akan menyiapkan baginya jalan yang mudah “.
{Qs. Al Lail (92) : 5-8}
Allah  Ta’ala  berfirman,  “Perumpamaan ( nafkah yang dikeluarkan  oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa  dengan  sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir  seratus  biji.  Allah  melipatgandakan  (ganjaran)  bagi  siapa yang Dia  kehendaki  .  Dan  Allah  maha luas (kurnia-Nya) lagi maha mengetahui” .
{Qs. Al Baqarah (2) : 261}
RasulAllah  SAW  bersabda,  “Setiap  awal  pagi,  semasa terbit matahari,  ada  dua  malaikat  menyeru  kepada manusia dibumi. Yang satu  menyeru,  “Ya Tuhan, kurniakanlah ganti kepada orang yang membelanjakan hartanya  kepada  Allah “.  Yang satu lagi menyeru “musnahkanlah orang  yang menahan hartanya”.

Kekuatan Sedekah

Pengetahuan yang berguna untuk kita amalkan bersama
Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakatuh,
Diceritakan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Turmudzi dan Ahmad, seperti berikut :
Tatkala Allah Ta’ala menciptakan bumi, maka bumi pun bergetar. Lalu Allah menciptakan gunung dengan kekuatan yang telah diberikan kepadanya, ternyata bumi pun terdiam.
Para malaikat kehairanan akan penciptaan gunung tersebut. Kemudian mereka bertanya “Ya Rabbi, adakah  sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada gunung ?”
Allah  menjawab, “Ada, iaitu besi” (kita mafhum bahawa gunung batu pun boleh menjadi rata ketika dikorek/bore  dan diratakan oleh bulldozer atau sejenisnya yang dibuat dari besi),
Para malaikat bertanya lagi “Ya Rabbi, adakah sesuatu alam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada besi?”
Allah yang Maha Suci menjawab, “Ada, iaitu api” (besi walau sekeras manapun boleh menjadi cair dan hancur setelah dibakar api),
Para malaikat kembali bertanya “Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada api?”
Allah yang Maha Agung menjawab, “Ada, iaitu air” (api membara sedahsyat apa pun niscaya akan padam jika disiram air),
Para malaikat pun bertanya kembali “Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada air?”
Allah yang Maha Tinggi dan Maha Sempurna menjawab, “Ada, iaitu angin” (air di samudera yang luas akan serta merta terangkat, bergulung-gulung dan menjelma menjadi gelombang raksasa yang dahsyat, tiada lain kerana kekuatan angin. Angin ternyata memiliki kekuatan yang teramat dahsyat),
Akhirnya para malaikat pun bertanya lagi “Ya Allah, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih dahsyat dari itu semua?”
Allah yang Maha Gagah dan Maha Dahsyat kehebatannya menjawab, “Ada, iaitu amal anak  Adam yang mengeluarkan sedekah dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya”.
Ertinya, yang paling hebat, paling kuat dan paling dahsyat sebenarnya adalah orang yang bersedekah tetapi tetap mampu menguasai dirinya, sehingga sedekah  yang  dilakukannya  bersih,  tulus  dan  ikhlas  tanpa  ada  unsur menunjuk-nunjuk ataupun supaya diketahui orang lain .
Berkaitan dengan ikhlas ini, RasulAllah SAW mengingatkan dalam pidatonya ketika beliau sampai di Madinah pada waktu hijrah dari Makkah : “Wahai segenap manusia! Sesungguhnya amal itu tergantung kepada niat, dan seseorang akan mendapatkan (pahala) sesuai dengan apa yang diniatkannya”.
Oleh kerana itu hendaknya kita selalu mengiringi sedekah kita dengan niat yang ikhlas hanya kerana Allah semata, tanpa berasa ingin dipuji, dianggap dermawan,  dihormati, dll yang dapat menjadikan sedekah kita menjadi sia-sia.

Jumat, 06 November 2009

Berguru Pada Semut


Siapa yang tak tahu semut? Meski binatang yang satu ini kecil,Allah mengangkat derajat mereka begitu besar hingga allah menamakan salah satu surat dalam Al-Qur'an dengan nama mereka: an-Naml (semut)
.
Di tengah situasi pelik seperti sekarang ini, gaya hidup ala semut kiranya dapat menjadi pelajaran berharga buat kita: jujur dan tidak muluk-muluk. Lebih dari itu, kerjasama yang kuat sesama mereka pun dapat mengajarkan kita pada kekompakan dan kebersamaan dalam kehidupan.
Lihat saja, bagaimana ketika seekor semut mendapatkan seekor belalang. Sebagaimana diceritakan Ibnul Qayyim dalam kitabnya Syifa' al Alil bahwa semut yang secara fisik memiliki postur yang jauh lebih kecil dibanding belalang jelas tidak mungkin menggotong belalang secara sendirian.Sehingga seekor semut tadi pun kembali kesarangnya untuk minta tolong kepada teman-temannya. Kerena masih belum kuat juga, mereka memanggil teman-temannya yang lain. Bahkan menurut Ibnul Qayyim dalam kitabnya diatas, mereka memanggil temannya hingga tiga kali. Sehingga mereka datang dalam rombongan yang besar.
Selanjutnya, terlihatlah semut-semut dibelakangnya seperti benang hitam yang berdatangan untuk membantunya. Jika pun barang bawaan telah sampai kerumahnya, ia mengangkat dan meletakkan didalamnya.
Ketika Imam Ibnul Qayyim datang kepada gurunya, Imam Ibnu Taimiyah rahimullah, dia menceritakan kisah ini. Ibnu Taimiyah pun berkata padanya, "Sesungguhnya semut diciptakan Allah dengan watak jujur dan mencela kebohongan."
Lihat juga, bagaimana ketika sesuatu yang manis atau sisa-sisa makanan atau sepotong daging dibuang ketanah? Suatu pemandangan menakjubkan segera dapat kita lihat. Beberapa ekor semut nampak mendekat mengerubungi sisa-sisa makanan atau sepotong daging tadi.
Kedatangan beberapa ekor semut itu, dalam rangka mensurvei dan mandeteksi dimana tempat makanan berada. Setelah itu mereka berkumpul dan membawa makanan tadi kesarang mereka. Jadi, makanan yang telah mereka ketahui keberadaannya tidak lantas mereka nikmati sendiri.
Kalau misalnya kita melempar potongan makanan tadi dalam jumlah besar, rombongan semut-semut yang menggiringnya pun dalam jumlah besar. kalau anda melempar makanan dua kali lipat jumlahnya dari pembawanya, maka jumlah semut yang akan datang jumlahnya pun dua kali lipat dari jumlah yang pertama.
Apakah artinya? Yakni semut yang bertugas mensurvei makanan tersebut membantu pemimpinnya bahwa rejeki yang baru memerlukan tenaga sekian banyak semut untuk menggiringnya kesarang.
Andaikan semut yang bertugas mensurvei makanan tadi dibunuh, maka ada semut yang akan melarang semut- semut yang lain agar tidak mendatangi tempat tersebut. Karena semut yang selama ini memberi tahu yang lain akan bahaya mendatangi tempat itu dan mereka harus menjauh dari tempat tersebut. Maha besar Allah. Inilah, sebut Mutawally Sya'wawi dalam Kisah-kisah Hewan dalam Al-Qur'an (terj.), naluri yang diberikan Allah kepada setiap makhluknya.
Bahwa senut memiliki naluri dan bahkan ketajaman indera juga disebut M.Quraish Shihab dalam Tafsir al-Mishbah-nya. Semut, jelas tafsir itu, merupakan jenis hewan yang bermasyarakat dan berkelompok. Hewan ini memiliki keunikan antara lain ketajaman indera dan sikapnya yang sangat hati-hati. Tidak hanya itu. Setali tiga uang dengan ketajaman inderanya, semut juga disebut-sebut sebagai hewan yang memiliki etos kerja yang sangat tinggi. Bayangkan bagaimana ketika ia melakukan kegiatan bersama misalnya membangun "jalan-jalan panjang." Pekerjaan yang secara kasat mata itu cukup berat, mengingat fisiknya yang kecil, nyatanya "jalan-jalan panjang" itu dapat mereka selesaikan dengan apik. Kerja kerasnya yang tak mudah menyerah disertai kesabaran dan ketabahan serta kekompakannya berhasil membangun "jalan-jalan panjang" sebagai tempat berlindungnya. Bahkan mereka harus mengerjakan itu sepanjang hari dan malam, kecuali malam-malam gelap mengingat bulan tidak memancarkan sinarnya.
Tak berlebihan jika sementara ilmuwan yang membahas kehidupan semut, seperti ditulis Mutawally Sya'rawi,berkata, "ini merupakan suatu keajaiban dimana anda akan menemukan dalam sarang semut beberapa biji-bijian yang telah terbalah-belah."
Betapa semut mampu memikul beban yang jauh lebih besar dari badannya. Hampir seluruh anggota tubuhnya dapat mereka manfaatkan dengan baik. Lihat saja, ketika dia merasa berat membawa dengan mulutnya,dia akan menggerakkan barang itu dengan dorongan kaki belakang dan mengangkatnya dengan lengannya.
Begitu juga ketika sebitir biji-bijian yang mereka akan simpan dilubanginya terlebih dahulu, serta dipecahkannya bila terlalu besar. Makanan yang basah mereka keluarkan agar dapat diterpa sinar matahari sehingga kering kembali. Kelompok-kelompok semut menentukan waktu-waktu tertentu untuk bertemu dan saling tukar makanan.
"Jika satu biji terbelah, maka tidak akan bisa tumbuh. Mereka (pakar tersebut) menemukan ada satu biji yang dibelah empat yaitu biji ketumbar. Kalau biji ketumbar ini dibelah dua, maka setiap bagian masih bisa tumbuh, akan tetapi semut-semut tersebut membelah biji ketumbar menjadi empat bagian agar bisa tumbuh. Karena jika biji tersebut tumbuh, maka ia akan menutup sarang mereka. Oleh sebab itulah semut menyimpan biji-bijian tersebut sampai mereka masih bisa memakannya pada saat musim dingin tiba. Maha Suci Allah yang telah memberikan pengetahuan ini pada semut-semut tersebut," tambah sang ilmuwan tadi.
Para ilmuwan juga menemukan di depan sebagian sarang-sarang semut ada sesuatu yang putih dan kecil-kecil. Setelah diteliti lebih jauh, para ilmuwan tersebut mengetahui bahwa sesuatu tersebut adalah benih-benih tanaman yang akan tumbuh yang dikeluarkan oleh semut-semut dan membuangnya didepan sarang-sarang supaya tidak tumbuh didalam sarang. Sebab akan menyebabkan kelembaban dan merusak sarang mereka.
Binatang-binatang ini dan lainnya adalah termasuk umat seperti kita manusia yang mempunyai peraturan hidup,bahasa, mata pencaharian dan lain-lain.
Keunikan lain semut adalah sebagaimana disebut dalam Tafsir al-mishbah, kebiasaannya menguburkan anggotanya yang mati. itu merupakan sebagian keistimewaan semut yang terungkap melalui pengamatan ilmuwan.
Alangkah indahnya apabila manusia-manusia di dunia ini mempunyai tingkah laku dan hati seperti semut. Konon semut juga merupakan salah satu binatang yang paling banyak dzikirnya kepada yang Maha Kuasa, cuma dzikir semut manusia tidak bisa memahaminya. Saya jadi teringat pesan Ibu-ku, bahwa kalau kesal/tidak suka dengan semut karena memakan atau menganggu makanan/minuman kita jangalah langsung dibunuh tapi kasihlah dia dengan makanan kecil atau gula yang terpisah tempatnya dari makanan kita, sehingga semut-semut tadi akan terkonsentrasi di makanan baru dan jangan sekali-kali kamu siram sarangnya dengan minyak tanah atau bahan cair mematikan lainnya karena di sarangnya pula semu-semut tersebut memberi makanan anak-anaknya. Subhanalloh......

keistiimewaan shodaqah

Umurnya diperpanjang
Saturday

Seorang Nenek terkena penyaki stroke, yang membuatnya tak bisa melakukan kegiatan apapun di rumahnya sendiri. Bahkan untuk buang air kecil atau besar harus dilakukan di atas tempat tidur. Mandi diseka dengan air hangat, kulitnya keriput dan bicaranya sudah perot.
Keadaannya sangat memprihatinkan, apalagi badannya yang makin kurus kering tinggal tulang berbalut kulit. Dari semua anak-anaknya dan cucunya hanya sebagian saja yang mau merawatnya, sedangkan yang lain terkesan masa bodoh dan membantu seadanya saja. Setiap kali ada anaknya yang datang dari luar kota selalu memberinya beberapa lembar uang untuk pegangan, karena mata nenek sudah rabun, ia tidak bisa lagi membedakan warna uang juga jumlah uang yang ia pegang.
Si Nenek memang orang yang baik hati, ia sudah terbiasa membagi-bagikan uang kecil kepada cucu-cucunya atau anak-anak kecil disekitar rumahnya. Maka uang hasil pemberian anak-anaknya yang dikumpukannya itupun sering ia berikan kepada beberapa anak kecil yang berkunjung kepadanya.
Pernah suatu kali si Nenek hanya pegang uang 10.000 rupiah. Kemudian salah satu anaknya yang belum menikah itu meminta uang kepadanya dengan keperluan untuk menambah membeli pakan burung karena ia kebetulan membuka warung kecil. Si Nenek tanpa basa-basipun memberikanya 5000 rupiah, dan sisanya tetap disimpannya. Keesokan harinya dua orang cucunya datang menjenguknya. Karena saking sayangnya kepada cucunya, uang yang sisa 5000 rupiah dia berikan juga kepada cucunya.
Begitulah kehidupan sehari-hari sang Nenek. Uang hasil pemberian anak-anaknya dia pergunakan untuk membantu orang lain termasuk tetangga-tetangganya yang membutuhkan bantuannya. Sampai sekarang Nenek itu masih sehat, mulutnya tidak perot lagi meskipun masih susah bicara. Dan sungguh diluar dugaan, Nenek yang dulunya hanya bisa berbaring saja di atas ranjang, sekarang sudah bisa berjalan meskipun masih harus dituntun dan dipegangi oleh orang lain. Bahkan, untuk buang air kecil sidah bisa dilakukannya sendiri, yang tadinya si Nenek hanya bisa ngompol dan sekarang kegiatan makan, berjalan ,ganti baju dll sudah bisa dilakukannya walaupun masih harus sambil dituntun oleh anak-anaknya, minimal kehidupanya sudah tidak banyak merepotkan lagi seperti sebelumnya.
Sungguh, rupanya pemberian-pemberian yang ia lakukan terus menerus walaupun dalam jumlah kecil tidak sadar telah menjadikannya terbuka hatinya. sedekah telah membuat hidupnya lebih mempunyai arti, banyak tetengganya yang sesekali menjenguk Nenek sekedar ingin tahu apakah sudah makan atau belum. Pemberian yang tidak seberapa yang dilakukannya dengan ikhlas dan sukarela membuatnya banyak dicintai oleh banyak orang. Dan meskipun umurnya sudah hampir satu abad, tetapi ia kelihatan sehat dan ceria. Suatu bukti nyata bahwa sedekah mampu membuat hidupnya berjalan lebih lama didunia dan tentunya tampak lebih berarti. wallahu'alam.