Bpk Ahmad Gozali Yth.
Orang yang banyak shadaqah hakikatnya adalah orang yang paling kaya. Tapi, tabungan masa depan juga penting. Bagaimana mengatur alokasi dan persentase pengeluaran, khususnya untuk dua hal tersebut? Atas jawaban Bapak saya mengucapkan terima kasih.
Jawab:
Shadaqah dan menabung adalah dua hal yang sama-sama dianjurkan dalam Islam. Karena dalam rezeki yang kita dapatkan, ada hak orang lain yang tidak mampu yang dititipkan Allah melalui tangan kita. Dalam harta kita pun ada hak keluarga yang nafkahnya menjadi tanggungjawab kita, sekarang dan di masa depan.
Percuma saja menabung kalau tidak bershadaqah. Pertama, tanpa bershadaqah kita tidak akan pernah merasa kaya. Sehingga kita tidak akan pernah puas dalam memiliki harta. Akhirnya perasaan tamak bisa menguasai kita dan berapapun harta yang kita miliki menjadi tidak cukup. Kedua, tanpa shadaqah menyebabkan semakin besarnya jurang antara kaya dan miskin. Jika keadaan ini berlanjut, sangat potensial meningkatnya tingkat kriminalitas dan kerawanan sosial lainnya. Dan pada akhirnya akan menyebabkan iklim investasi menjadi tidak kondusif. Tabungan Anda pun mungkin menjadi sia-sia saja karena tidak bisa berkembang di tengah iklim investasi yang tidak kondusif.
Begitu juga kalau kita hanya shadaqah saja namun melupakan untuk menabung. Hal ini menjadi tidak adil karena keluarga kita sebenarnya memiliki hak atas nafkah yang menjadi tanggung jawab kita. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Untuk itu kita diwajibkan untuk mengantisipasinya. Dan salah satu caranya adalah dengan menabung.
Mengenai prioritasnya, saya sarankan agar Anda lebih memprioritaskan shadaqah lebih utama dibandingkan menabung karena shadaqah adalah hak Allah yang harus dipenuhi. Semua rezeki yang kita terima pada dasarnya adalah dari Allah SWT, oleh karenanya wajar sekali kalau kita prioritaskan hak-Nya terlebih dahulu.
Menabung juga saya sarankan agar lebih diprioritaskan daripada biaya hidup sekarang. Kenapa begitu? karena untuk biaya hidup sekarang biasanya bisa dengan fleksibel kita atur. Kalau kita mendahulukan biaya hidup sekarang dan hanya menunggu sisa uang untuk menabung, biasanya sih uangnya akan habis lebih dahulu sebelum sempat ditabung.
Sedangkan mengenai jumlahnya, shadaqah paling minimal adalah zakat yang wajib. Lebih dari itu diserahkan kepada Anda sendiri untuk menentukan besarnya selama Anda bisa ikhlas diniatkan karena Allah. Karena seberapa besarnya pun harta yang Anda keluarkan jika tanpa dibarengi keihklasan maka harta itu menjadi tidak bernilai di mata Allah. Dan jangan sampai shadaqah yang dikeluarkan sampai menelantarkan keluarga yang masih menjadi tanggungan. Rasulullah sendiri pernah menolak shadaqah dari seorang sahabatnya yang ingin menginfakkan seluruh harta miliknya karena beliau khawatir hal itu akan menelantarkan keluarganya.
Begitu juga dengan jumlah tabungan yang ideal. Tidak ada angka yang pasti, semuanya terserah Anda. Yang penting adalah dalam menentukan jumlah tabungan hendaknya memperhatikan Rencana Keuangan Anda sendiri. Tujuan Keuangan apa saja yang ingin dicapai di masa depan dan berapa dana yang dibutuhkan. Dari situ Anda bisa menentukan berapa jumlah tabungan yang ideal untuk mencapai Tujuan Keuangan tersebut.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar